Saya ingin mengingat kembali
menguak kembali
mencari motivasi kembali
dari salah satu inspirator saya dalam dunia yg saya geluti sekarang..."pendidikan"
Salah satu inspirator saya, yaitu beliau juga salah satu dosen favoritku, beliau pernah bercerita:
Dulu ketika beliau menjadi dosen di IAIN , dan kmd mendapatkan istri dari keluarga pengusaha besi batu bara yang kaya raya. Kemudian dr pihak mertua menyuruhnya untuk berhenti mengajar saja, karena gajinya jg tak seberapa ketika itu dan agar fokus meneruskan usaha dr sang mertua tsb saja. Tetapi beliau tetap bersikeras untuk mengajar walaupun harus bolak-balik klaten-jogya dengan gaji yg tak seberpa ketika itu.
Beliau matur pada mertuanya, tetap bs menghendel dg baik usaha besi batu bara dan juga tetap mengajar di IAIN.
Setelah itu beliau berkata pada kita:" saya suka mengajar karena ketika kita mengajar kita menangani dan berhadapan dengan manusia yang merupakan makhluk hidup ,berbeda ketika kita berada di pabrik kita hanya menangani benda mati, dan berhadapan dengan banyak manusia dengan berbagai macam karakter, tingkah, ekspresi itu adalah pengalaman yg tak ternilai harganya dan akan menjadi kenangan sepanjang hidup bahkan pelajaran untuk kehidupan kita".
mungkin kurang lebih beliau berkata seperti itu saya sedikit lupa redaksinya, setelah saat itu saya merasa sangat yakin seorang guru, dosen , atau pengajar apapun akan membuat hidup qt penuh makna, ya bisa jd.
Ya walaupun tak semua jalan para pendidik itu lurus, mungkin ketika melihat para muridnya yang acuh-tak acuh atau di tinggal tidur ..padahal sang guru sudah berbusa didepan kelas, atau ketika sudah menjadi guru tidak tetap bertahun-tahun tapi tidak kunjung diangkat menjadi PNS.
Ada jg beberapa moment-moment yang membuat para guru bahagia, yaitu ketika para siswa antusias mendengarkan cerita guru dg mata berbinar-binar, atau mungkin sampai menangis tersedu-sedu, dan mungkin jg tertwaa ceria dan semangat ketika sang guru memberikan game, bahagia ketika semua anak didiknya lulus 100%, bahagia ketika para murid masuk universitas2 favorit, dan menjadi org2 sukses, dan semua guru akan bahagia ketika muridnya lebih cerdas, lebih pintar, lebih kaya, tentunya jg lebih sholeh-sholihah dan lebih bermanfaat.
Dan suatu saat ketika selesai mengajar para guru akan merindukan; senyum para muridnya, gelak tawa mereka, ciuman tangan mereka, tingkah dari para murid nakal, polosnya anak2 yang pendiam, ramenya anak2 yg cerewet...dll. dsb....:)
Saya jga teringat nasehat dari ibu keduaku:
"jadilah kalian orang-orang besar, siapa orang besar itu? apakakah yg mempunyai perusahaan besar, atau mereka ketua2partai besar? tp bukan itu orang2 besar, orang 2 besar adl orang-orang yang dg ikhlas mengajarkan ilmu2 yang diperolehnya dipelosok-pelosok, di kaki-kaki gunung, di surau-surau kecil, di bukit-bukit atau dikolong jembatan sekalipun"
#4 sept 2013___hidup guru!!!!
menguak kembali
mencari motivasi kembali
dari salah satu inspirator saya dalam dunia yg saya geluti sekarang..."pendidikan"
Salah satu inspirator saya, yaitu beliau juga salah satu dosen favoritku, beliau pernah bercerita:
Dulu ketika beliau menjadi dosen di IAIN , dan kmd mendapatkan istri dari keluarga pengusaha besi batu bara yang kaya raya. Kemudian dr pihak mertua menyuruhnya untuk berhenti mengajar saja, karena gajinya jg tak seberapa ketika itu dan agar fokus meneruskan usaha dr sang mertua tsb saja. Tetapi beliau tetap bersikeras untuk mengajar walaupun harus bolak-balik klaten-jogya dengan gaji yg tak seberpa ketika itu.
Beliau matur pada mertuanya, tetap bs menghendel dg baik usaha besi batu bara dan juga tetap mengajar di IAIN.
Setelah itu beliau berkata pada kita:" saya suka mengajar karena ketika kita mengajar kita menangani dan berhadapan dengan manusia yang merupakan makhluk hidup ,berbeda ketika kita berada di pabrik kita hanya menangani benda mati, dan berhadapan dengan banyak manusia dengan berbagai macam karakter, tingkah, ekspresi itu adalah pengalaman yg tak ternilai harganya dan akan menjadi kenangan sepanjang hidup bahkan pelajaran untuk kehidupan kita".
mungkin kurang lebih beliau berkata seperti itu saya sedikit lupa redaksinya, setelah saat itu saya merasa sangat yakin seorang guru, dosen , atau pengajar apapun akan membuat hidup qt penuh makna, ya bisa jd.
Ya walaupun tak semua jalan para pendidik itu lurus, mungkin ketika melihat para muridnya yang acuh-tak acuh atau di tinggal tidur ..padahal sang guru sudah berbusa didepan kelas, atau ketika sudah menjadi guru tidak tetap bertahun-tahun tapi tidak kunjung diangkat menjadi PNS.
Ada jg beberapa moment-moment yang membuat para guru bahagia, yaitu ketika para siswa antusias mendengarkan cerita guru dg mata berbinar-binar, atau mungkin sampai menangis tersedu-sedu, dan mungkin jg tertwaa ceria dan semangat ketika sang guru memberikan game, bahagia ketika semua anak didiknya lulus 100%, bahagia ketika para murid masuk universitas2 favorit, dan menjadi org2 sukses, dan semua guru akan bahagia ketika muridnya lebih cerdas, lebih pintar, lebih kaya, tentunya jg lebih sholeh-sholihah dan lebih bermanfaat.
Dan suatu saat ketika selesai mengajar para guru akan merindukan; senyum para muridnya, gelak tawa mereka, ciuman tangan mereka, tingkah dari para murid nakal, polosnya anak2 yang pendiam, ramenya anak2 yg cerewet...dll. dsb....:)
Saya jga teringat nasehat dari ibu keduaku:
"jadilah kalian orang-orang besar, siapa orang besar itu? apakakah yg mempunyai perusahaan besar, atau mereka ketua2partai besar? tp bukan itu orang2 besar, orang 2 besar adl orang-orang yang dg ikhlas mengajarkan ilmu2 yang diperolehnya dipelosok-pelosok, di kaki-kaki gunung, di surau-surau kecil, di bukit-bukit atau dikolong jembatan sekalipun"
#4 sept 2013___hidup guru!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar